Lebih Tahu Mengenai Kadar Air Softlens Yuk..


Memakai softlens sekarang ini bukan hanya untuk masalah penglihatan saja, namun juga menjadi tren untuk tampil lebih cantik dan ‘pede’. Berbagai macam motif yang cantik dan diameter besar pun semakin populer ditawarkan. Namun dalam memilih softlens apa kamu memperhatikan tentang kualitas dan bahan dasarnya? Hal ini sangat penting agar tidak berakibat fatal dikemudian hari.

Pernah memperhatikan di kemasan botol ‘Water Content (W.C)’? W.C adalah kadar air. Lalu sebenarnya apakah kadar air itu? Berapa banyak kadar air yang bagus, tinggi/rendah? Nah..yuk mari kita pahami lebih dalam mengenai kadar air ini.

kadar-air-softlens

Kadar Air Softlens

Softlens berbahan dasar plastik yang lembut dan lentur yang biasanya disebut hidrogel. Bahan plastik hidrogel ini akan menyerap sejumlah air dari sekitarnya untuk menjaga softlens tetap lentur dan lunak. Ukuran daya serap air inilah yang disebut kadar air. Sehingga semakin tinggi kadar air softlens, semakin tinggi kemampuan penyerapan air yang ada disekitarnya.

Standar kadar air bahan hidrogel yang baik untuk pembuatan softlens adalah 38%-75% dari berat keseluruhan softlens. Berdasarkan kadar air, umumnya terbagi menjadi 3 kategori:

  • Kadar air rendah (kurang dari 40% air yang diserap)
  • Kadar air menengah (50%-60% air yang diserap)
  • Kadar air tinggi (lebih dari 60%)

Umunya hidrogel yang berkadar air rendah memiliki ketebalan softlens yang tipis dari softlens dengan kadar air tinggi. Kadar air softlens menyediakan pori-pori oksigen untuk melewati lensa dan memberi asupan oksigen ke kornea mata selama pemakaian. Pada saat dipakai, pori-pori tersebut akan menyerap air mata kita untuk menjaga kelenturannya. Banyaknya air mata yang diserap tergantung dengan ukuran dan banyaknya pori-pori softlens tersebut dan berkaitan dengan kadar air. Semakin tinggi kadar air, semakin besar pori-pori penyerapannya.

Jadi kadar air bukan berarti bahan softlens yang mengandung air, tetapi kemampuan menyerap air yang ada disekitarnya. Hal ini bisa diibaratkan seperti spons atau busa. Kalau begitu, semakin tinggi kadar air, berarti mata kita cepat kering donk? Apa itu berbahaya?

Jika kondisi mata kita benar-benar kering tentu hal ini bisa berbahaya karena dapat menyebabkan iritasi mata. Namun bukan berarti softlens yang berkadar air tinggi itu jelek. Softlens dibuat dengan kadar aiar yang berbeda-beda menimbang kondisi mata setiap orang pun juga berbeda. Ada orang yang cenderung memiliki air mata berlebih, normal, dan cenderung kurang. Jika softlens kadar air rendah dipakai pada mata yang cenderung berlebih air matanya, maka kondisi softlens akan menjadi longgar, sehingga mudah bergeser/terlepas. Sedangkan softlens yang kadar air tinggi jika dipakai pada mata cenderung kurang air matanya, maka softlens akan terasa ketat. Kondisi ini dapat mengakibatkan kekurangan oksigen pada kornea mata dan muncul pembuluh darah pada kornea (hypoxia). Hal ini tidak boleh terjadi. Mungkin solusinya bisa diteteskan setiap 2-3 jam atau seperlunya.

bening

Cara kerja softlens seperti spons

Soo..cara pemilihan terbaik memang harus coba-coba juga yang mana yang cocok dan nyaman apakah kadar air rendah atau tinggi. Jika memang terjadi masalah setelah pemakaian sebaiknya diobati sampai sembuh daripada dipaksa pakai terus. Konsultasi dengan dokter mata juga penting. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s